Lords Mobile adalah game bertipe strategi. game ini dapat dimainkan di device mobile android maupun iOS. Lords Mobile sendiri diproduksi oleh IGG dan dirilis pada tahun 2016 lalu. Game ini memiliki fitur multiplayer yang dimana game ini dapat dimainkan dengan player lain diseluruh dunia.
Gameplay game ini terbilang cukup kompleks. Lords Mobile menggabungkan tipe game RPG (Role Playing Game) dan RTS (Real Time Strategi) dan game dengan tema membangun. Gameplanya sendiri terdiri dari beberapa mode yaitu PVT (Player v Team) dan KvK (Kingdom v Kingdom). Game ini mengharuskan pemainnya untuk membangun kerajaannya dan membangun pasukan untuk digunakan mempertahankan kerajaan dan menyerang kerajaan pemain lain. Pemain juga dapat merebut sumber daya kerajaan lain dengan cara menghancurkan kerajaan tersebut. Pemain bisa menyerang kerajaan pemain lain yang berada dalam satu server yang sama. Namun pada mode KvK, pemain dapat menyerang kerajaan lain yang berada pada server yang berbeda. Pemain juga dapat menyerang Hero, Monster yang secara berkala muncul di peta. Jika berhasil mengalahkannya, maka pemain akan mendapatkan sumber daya mereka. Pemain juga dapat mengikuti kontes yang akan ada ditiap musimnya untuk menguasai lokasi yang ada dipeta. Permaian ini juga memiliki beberapa mode permaianan tambahan seperti Hero Stages, Colosseum, The Labyrinth, Kingdom tycoon.

Hero Stages adalah sebuah mode permainan PvE, pemain bertarung melalui serangkaian tantangan menggunakan hero. Setiap pemain berhasil menyelesaikan tantangan, pemaian akan mendapatkan hero baru, XP hero, dan craft yang digunakan untuk memperkuat hero.

Colosseum adalah sebuah mode permainan PvP atau Player v Player yang dimana pemain akan menghadapi pemain lain. Tugas pemain adalah memilih 5 hero yang akan digunakanya dalam bertarung melawan hero pemain lain. Kemenangan dalam mode permainan ini akan mendapatkan XP hero dan mendapatkan score rangking pada mode colosseum. Setiap rangking akan mendapatkan imbalan yang berbeda beda. Imbalan yang akan didapatkan adalah uang premium dan gems.

The Labyrinth adalah sebuah mode permainan PvE yang dimana pada mode permainan ini, pemain bisa menantang bos untuk mengklain sumber dayanya dan mempercepat item. Terkadang jika beruntung pada mode permainan ini pemain bisa mendapatkan jackpot permata.

Kingdom Tycoon adalah sebuah mode permainan PvE. Mode ini membutuhkan keberuntungan dari pemain. Pada mode ini pemain harus menggunakan token keberuntungan untuk mengacak dadu. Setiap angka yang keluar dadi dadu tersebut akan menjadi berapa banyak langkah yang bisa dilakukan. Permainan ini akan berakhir ketika pemaian berhasil sampai diakhir peta. Setiap tempat memiliki sumber daya yang berbeda beda.

Untuk memperkuat kerajaan pemain diberikan sumber daya seperti padi, batu, kayu, besi, dan emas. Untuk mendapatkan sumber daya tersebut, pemain bisa membangun beberapa bangunan yang menghasilkan sumber daya tersebut. Sumber daya padi dapat didapatkan dengan membangun farm, lumber mill untuk mendapatkan kayu, quarry untuk mendapatkan batu, mines untuk mendapatkan besi. Untuk mendapatkan emas, pemain harus mengalihkan monster dalam peta atau juga dengan mengalahkan kerajaan lain. Untuk memperkuat kerjaan, pemain harus membangun tentara. Barrack adalah bangunan yang digunakan untuk melatih pasukan yang akan menjadi tentara kerajaan. Pada awalnya, pemain akan diberikan 4 jenis pasukan yaitu grunt, archer, cataphract, ballista. Pasukan pasukan tersebut bisa diperkuat dengan menggunakan sumber daya seperti kayu, padi, besi dan emas.
Selain pasukan, kerajaan juga membutuhkan hero. Hero bisa didapatkan dengan menekan patung besar (Hero Stage) berwarna kuning emas. Pemain akan masuk ke hero quest yang dimana pemain harus menghadapi dan mengalahkan monster dan hero lain. Jika memenangkannya akan mendapatkan hero, namun jika kalah maka pemain tidak akan mendapatkan kerugian apapun. Setiap hero bisa diperkuat dengan customisasi equipmentnya dan skillnya. Skill pada hero dibagi menjadi 2 yaitu battle skill dan hero skill. Equipment equipment tadi bisa didapatkan dari hero quest atau bisa membuat langsung itemnya di workshop. Selain memperkuat hero, pemain juga bisa memperkuat kastilnya. Memperkuat kastil dengan membuat station, jebakan dan watch tower yang berfungsi untuk mengetahui musuh yang akan menyerang kerajaan. Kemudian pemain juga bisa mengupgrade seluruh sumber daya, pertahanan, pemburuan monster dll dengan cara membangun academy.

Virtual Reality adalah sebuah teknologi yang sering dibicarakan saat ini. Perkembangan teknologi game semakin berkembang pesat, hal itu ditunjukkan dengan adanya teknologi yang diterapkan pada game dan juga dapat diterapkan dalam terapi pengobatan. Mulai dari terapi pengobatan untuk seseorang yang mengalami pobia.
Realitas nyata atau yang biasa dikenal dengan Virtual Reality adalah sebuah teknologi yang membuat pengguna atau user dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia virtual yang disimulasikan oleh komputer. Sehingga pengguna merasa berada di dalam lingkungan tersebut. Saat ini terdapat Univertitas yang mengubah Virtual Reality menjadi alat terapi pengobatan untuk seorang yang mengalami pobia.
Departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku adalah salah satu dari 22 Departemen di Duke University School Medicine. Departemen ini adalah pemimpin dalam perawatan kesehatan dan penelitian psikiatri dan psikologi. Departemen ini menawarkan Program Perawatan Virtual Reality dengan bentuk interaksi manusia-komputer baru untuk individu dengan gangguan kecemasan karena takut ketinggian, lift, badai, berbicara di depan umum dan terbang. [1]
Mereka menyebutkan bahwa peserta yang sedang menderita ditempatkan di dunia maya tiga dimensi yang dihasilkan computer dan dipandu melalui lingkungan yang dipilih. Grafik computer dan berbagai teknologi tampilan dan masukkan terintegrasi untuk memberi pengguna rasa kehadiran atau pencelupan dalam lingkungan virtual. Terapi kemudian memandu peserta melalui lingkungan dan dapat berinteraksi dengan mereka melalui seluruh acara. Penelitian menunjukkan bahwa 6 hingga 12 sesi diperlukan untuk mencapai manfaat maksimal. [2]
 
Daftar Pusaka
[1] https://psychiatry.duke.edu/psychiatry-and-behavioral-sciences 
[2] https://psychiatry.duke.edu/virtual-reality-therapy-phobias


Surabaya - Demensia merupakan penyakit dimana terjadi penurunan fungsional yang terjadi pada otak.Gejala-gejala yang timbul mengakibatkan perubahan pada pasien dalam cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain. Seringkali, mengalami memori jangka pendek atau pikiran selain itu kemampuan berbicara dan kemampuan motorik terpengaruh.

Virutal Reality atau VR biasanya diaplikasikan hanya diaplikasikan pada hal seperti game maupun simulasi.Bagaimana jika VR ini digunakan sebagai media terapi dari penyakit demensia.

Semua ini dapat diwujudkan dengan bantuan VR. kita hanya perlu membuat ulang suatu kejadian yang sangat berkesan oleh si penderita dalam bentuk video dan menampilkanya pada penderita. Caranya sendiri cukup simpel yaitu pengguna dapat menonton film dengan mengunduh aplikasi gratis ke ponsel mereka, dan menyambungkannya dengan perangkat VR.

Diharapkan dengan adanya teknologi VR ini penderita demensia dapat setidaknya membantu mereka kembali dapat berhubungan dengan keluarga maupun perawat.






Pada saat ini game berbasis mobile adalah yang paling laris dimainkan oleh sebagian besar gamers. Hal ini disebabkan karena tingginya penetrasi smartphone berteknologi tinggi dengan harga yang semakin terjangkau. Dengan Uang sekitar 1 juta Rupiah saja, anda sudah bisa memainkan aneka game mobile yang sedang hits seperti Mobile Legend atau Arena of Valor. Permainan seperti ini tidak hanya diminati oleh pria saja, sebab kini kaum hawa pun ternyata juga banyak bermain game mobile. Berdasarkan data dari Google, 49% dari total pemain game mobile pada perangkat android adalah wanita. 

Akan kemanakah trend bermain game ini berlanjut? 

Solusi Ingatkah kita pada saat kecil dulu, orang tua kita sering menegur kita supaya jangan menonton TV terlalu dekat. Karena dikhawatirkan itu akan merusak mata kita. Mata kita menjadi rabun jauh atau biasa dibilang "minus". Namun kini ada sebuah perangkat yang membuat game justru sangat dekat dengan mata kita. Perangkat itu adalah Virtual Reality Gadget. Bedanya dengan game mobile, VR Game membuat kita serasa berada didalam game dan terlihat lebih nyata. Beberapa merk yang paling populer diantaranya adalah Playstation VR, HTC Vive serta Oculus Rift. Namun ketiga merk tersebut punya kelemahan dari sisi view atau pemadangannya. Pengguna hanya dapat melihat 110 derajat saja ketika menggunakan perangkat ini. Jadi ketika bermain game, akan terlihat ujung dari pemandangan didalam game. Kini melalui perangkat terbarunya Oculus Go, Facebook berusaha memberikan pengalaman bermain game yang lebih baik dengan view 140 derajat. Jadi terkesan lebih luas serta lebih realistis. Dari sisi harga pun kini lebih menarik karena lebih murah dari pendahulunya. Oculus Rift berada di kisarkan harga 340 dollar Amerika sedangkan Oculus Go di jual mulai 200 dollar Amerika. Nampaknya Facebook tak ingin menyaingi harga Playstation VR yang sudah terbukti laris di pasaran dengan menjual perangkat di kisaaran harga 200 dollar Amerika. 

Oculus Go memiliki layar 5.5-inch dengan resolusi 25601440 (538 ppi) dan 60 -- 72 Hz refresh rate. Dilengkapi dengan baterai 2600 mAH perangkat ini bisa diajak bermain game hingga 2 jam nonstop atau 2,5 jam untuk menonton video. Sebagai perangkat yang standalone, Oculus Go juga dilengkapi dengan speaker built-in dan juga 3.5-mm audio jack. Sangat mudah untuk memasang dan melepas perangkat ini dari kepala. Tidak perlu ribet dengan tombol power untuk menyalakan dan mematikan karena ada sensor yang memastikan apakah perangkat sedang digunakan atau tidak. Dapur pacu Oculus Go menggunakan Qualcomm's Snapdragon 821 SoC (four Kryo cores bekerja pada 2.15 -- 2.3 GHz, Adreno 530 GPU dengan ~500 GFLOPS, 64-bit LPDDR4 memory, 14LPP) sertadilengkapi dengan 3 GB of RAM, 802.11ac Wi-Fi, dan penyimpanan data 32 atau 64 GB flash storage. 

Tidak hanya bermain game, perangkat ini juga bisa digunakan untuk sarana belajar, menonton film di netflix, virtual travelling ke berbagai kota di dunia, dan juga berolah raga. Tidak berhenti sampai disana, kedepan perangkat ini akan terus dikembangkan dengan sosial media dan juga TV. Bayangkan kita bisa bertemu dengan teman Facebook tidak dalam layar datar seperti sekarang, melainkan dalam bentuk Virtual Realitiy. Dengan dukungan koneksi internet yang cepat, dunia maya akan semakin mendekati dunia nyata dengan teknologi ini. Kita bisa bertemu secara virtual dalam bentuk yang lebih mendekati kenyataan dilengapi dengan suara yang realtime. Saya yakin teknologi ini suatu saat akan menggeser perilaku digital kita yang ada sekarang.
Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan teks


Terdapat wahana Virtua Relity terbaru yang baru di buka bertempat di Resorts World Sentosa Singapura yang memiliki 3 permainan VR yang bisa memacu adrenalin dan bisa berpetualang di dunia VR. Resorts World Sentosa di Singapura punya atraksi baru. Inilah Digital Action Themepark, Headrock VR alias taman bermain VR. Headrock VR baru dibuka sekitar 1 bulan, berlokasi di Resorts World Sentosa. Tepatnya, di dekat Universal Studios, seperti didatangi detikTravel, Jumat (30/11/2018) kemarin.
Dari namanya sudah ketebak, di sini wisatawan bisa mencobal berbagai permainan VR (Virtual Reality). Asyiknya, ada berbagai tema permainannya yang seru. Terdapat 3 zona permainan VR yakni Blue Zone, Orange Zone dan Green Zone. Beda zona, beda pemacu adrenalinnya.(1)
Di Blue Zone ada Storm Blizzard yang menyajikan petualangan mengendarai kereta salju, Jump Jump untuk merasakan sensasi lompat seperti Tarzan, Flying Dive lompat ke dalam magma dan Beat Saber selayaknya pedang saber untuk membelah berbagai tantangan. Di Orange Zone, wisatawan bisa menjajal Extreme Train berupa kereta yang melaju kencang di dalam hutan, Jungle Rafting menjelajahi sungai, Horror Room untuk memacu jantung lari dari rumah hantu dan Skyscraper tembak-tembakan dengan robot. Terakhir di Green Zone, siap-siap memanah di Robin Hood, menembak zombie di Zombie Busters dan VR Room untuk bergaya seperti koboi.(1)

https://travel.detik.com/international-destination/d-4327486/yang-baru-di-singapura-taman-bermain-vr?_ga=2.147102965.395598503.1545113018-1893926401.1540226900&fbclid=IwAR2YEx0a2oZg7ZhSDVksVM1dsoEJkrGv-Hu6FfSgUi7YcYYWiBP78X4T9b4

Ahli bedah menggunakan Kinect untuk sistem berbasis Windows untuk melihat dan memanipulasi sinar-X dan scan tanpa kontak fisik.

SurabayaKinect adalah add-on sensor gerak Microsoft untuk konsol game Xbox 360. Perangkat ini menyediakan antarmuka pengguna alami (NUI) yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi secara intuitif dan tanpa perangkat perantara, seperti pengontrol[1]. Perkembangan teknologi kinect saat ini tengah merambah ke bidang kesehatan. Salah satunya adalah penelitian yang tengah dilakukan oleh Microsoft Research. Dulu sebelum adanya Kinect, para dokter bedah akan menginstruksikan orang lain untuk mengoperasikan mouse dan keyboard. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan visual dari dalam tubuh manusia.
Sekarang, tim di Microsoft Research Cambridge yang terdiri dari ilmuwan sosial, ilmuwan komputer, dan desainer telah menggunakan perangkat keras dan SDK Kinect untuk Windows untuk menyederhanakan proses ini. Ini memungkinkan dokter untuk menggunakan gerakan tangan sederhana untuk mengubah, memindahkan, atau memperbesar pada CT scan, MRI, dan gambar medis lainnya. Dalam pengembangan awal, Kinect untuk sistem berbasis Windows telah mengejutkan para ahli bedah yang telah melihatnya dan yang percaya itu dapat membantu membuat operasi lebih cepat dan lebih akurat. Harapannya adalah bahwa sistem ini akan memberikan hasil yang lebih baik kepada pasien ketika benar-benar teruji di lapangan dan disetujui.
Pekerjaan ekstensif Microsoft Research Cambridge dalam mengeksplorasi teknologi baru menarik minat Mentis ke fasilitas itu. Para peneliti laboratorium juga berperan dalam memberikan banyak kemampuan Kinect untuk Windows, jadi ketika Mentis mendengar tentang Kinect, ia segera mulai menyelidiki bagaimana itu dapat digunakan dalam pengaturan medis.
“Bahkan sebelum Kinect muncul di pasar, rekan-rekan saya dan saya mulai melakukan beberapa penelitian lapangan dengan melihat apakah sesuatu dapat dikembangkan untuk teater bedah,” kata Mentis seorang peneliti di Socio-Digital Systems group di laboratorium Cambridge. “Ide awalnya adalah belajar di mana kita ingin menggunakan sistem dan jenis sistem apa yang bisa berinteraksi dengannya di area bedah.”
"Sebagai seorang ahli bedah, kemampuan untuk memanipulasi informasi dengan cara yang bebas sentuhan saat beroperasi akan memiliki manfaat yang sangat besar," kata Dr Neville Dastur, seorang ahli bedah vaskular di Universitas Brighton dan Sussex University National Health Services (NHS) Trust. "Memutus aliran operasi untuk membuat seseorang melakukannya untuk Anda tidak hanya mengalihkan perhatian dari melakukan operasi yang rumit, tetapi juga memakan waktu."
Dr Tom Carrell, ahli bedah vaskular di Guy's and St. Thomas 'NHS Foundation Trust, mengatakan menambahkan Kinect untuk Windows ke ruang bedah bisa menjadi langkah maju yang besar. "Dengan Kinect, kita dapat merevolusi cara kita melakukan operasi yang rumit," kata Carrell. “Pasien dan tim klinis akan menghabiskan lebih sedikit waktu di teater, dan ahli bedah akan lebih mengontrol informasi yang mereka butuhkan. [2]
Peneliti lain mengeksplorasi cara-cara menggunakan Kinect untuk Windows untuk mengevaluasi kerusakan yang disebabkan oleh stroke dan untuk membuat dan memantau latihan rehabilitasi berbasis permainan, banyak hal yang dapat dilakukan oleh pasien stroke di rumah mereka sendiri. Kinect juga dapat membantu dalam mengdiagnosis gangguan otak dan sistem saraf termasuk Alzheimer dan multiple sclerosis. Kamera Kinect dan sensor gerak dapat digunakan untuk mengkompensasi gerakan pasien selama pencitraan medis[3].


Daftar Pustaka





Kartu kredit adalah alat pembayaran praktis yang menggunakan kartu khusus dengan barcode yang telah ditanam ke dalamnya. Layaknya seperti alat pembayaran pada umumnya, kartu kredit kerap menjadi incaran orang-orang tidak bertanggung jawab. Praktek carding adalah salah satu tindak kejahatan yang melibatkan penyalahgunaan kartu kredit ini.

Menurut Wikipedia sendiri Carding adalah salah satu tindakan memperdagangan kartu kredit, rekening bank dan informasi pribadi lainnya secara online. Carding juga mencakup praktik pencucian uang dan penipuan layanan[1]. Di dunia khususnya di negara  Indonesia telah terjadi salah satu kasus carding yang merugikan pihak pengguna kartu kredit dengan total sebesar 500 juta rupiah [2].

Pada akhir Juni tahun 2017 lembaga Identity Theft Resource(ITRC) dan cyberscout melaporkan bahwa telah terjadi pencurian 791 data di Amerika Serikat. Data tersebut meningkat sebanyak 29 persen dari tahun sebelumnya. Jika terus berlanjut maka diperkiran oleh ITRC pada akhir tahun 2017 kasusakan meningkat hingga 1500 [3]. Berdasarkan data tersebut dapat dipastikan bahwa praktik carding merupakan masalah serius yang perlu ditangani.

Berhasilnya pengambilan data oleh hacker ini disebabkan karena sistem keamanan kartu kredit yang digunakan saat ini masih tergolong lemah. Metode penggunaan kartu kredit yang harus mencari titik atau tempat penyedia layanan serta mengharuskan memasukkan PIN di tempat menjadi salah satu faktor utama.Bahaya yang timbul lainnya adalah praktik pencurian data oleh karyawan atau pramusaji saat melakukan transaksi di restoran atau toko.

Untuk mengatasi masalah carding salah satu cara yang dapat diterapkan adalah melalui penggunaan teknologi AR(Augmented Reality) dan biometrik. AR dapat digunakan untuk memperkuat sistem keamanan kartu kredit dengan mengkombinasikan teknologi biometrik di dalamnya. Dengan AR maka pengguna tidak perlu menggunakan cara konvensional seperti mendatangi titik transaksi dan memasukkan PIN, tetapi cukup menggunakan ponsel smartphone yang dilengkapi fitur virtual tour.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna dapat mengakses informasi digital dari suatu tempat atau bangunan. Fungsi keamanan biometrik akan muncul ketika virtual tour diaktifkan dan saat pengguna ingin melakukan sebuah transaksi di dalamnya seperti memesan tiket wisata. Keamanan biometrik ini memanfaatkan sensor yang terdapat dalam smartphone. Sensor dapat berupa deteksi menggunakan retina, deteksi sidik jari, maupun deteksi suara [4]. Dengan adanya keamanan biometrik maka pengguna kartu kredit tidak perlu khawatir karena data diproteksi menggunakan ciri fisik pengguna itu sendiri. Selain itu, Augmented Reality membuat pengguna tidak perlu mengeluarkan kartu kredit, cukup menggunakan ponsel smartphone sehingga transaksi berjalan dengan mudah.

Daftar Pustaka
[1]https://en.wikipedia.org/wiki/Carding_(fraud)
[2]https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3927140/pelaku-spamming-dan-carding-dibekuk-bobol-kartu-kredit-rp-500-juta
[3]https://www.creditcards.com/credit-card-news/credit-card-security-id-theft-fraud-statistics-1276.php
[4]https://www.creditcardreviews.com/blog/using-augmented-reality-and-biometrics-for-credit-card-transactions