Dalam pembuatan rumah biasanya dapat memakan waktu yang lama tergantung dari luas lahan , bahan atau material bangunan ,tenaga yang tersedia, serta desain atau model dari rumah itu sendiri. Namun, sebuah keluarga di perancis memiliki cara unik sendiri. Mereka menggunakan teknologi 3D printing untuk pembuatan rumah idamannya. Berdasarkan keterangan dari tim pembuat mereka hanya membutuhkan waktu 54 jam untuk membuat rumah keseluruhan dan menghabiskan £176.000. Hal tersebut mampu memangkas waktu pengerjaan rumah dengan signifikan dan biaya pembuatan dapat dihemat hingga 20% dibanding dengan pengerjaan tradisional.
Proses 3D printing ini sendiri membutuhkan input data dari model rumah ke dalam software 3D print yang artinya denah rumah deprogram secara manual ke dalam aplikasi 3D print. Kemudian printer dibawa ke lokasi pembuatan rumah sehingga pengerjaan langsung bisa di tempat. Proses pengerjaan rumah dimulai dari lapisan lantai sebagai awalan hingga atap. Bahan yang digunakan dalam pembuatan dinding rumah menggunakan polyurethane isolator pada tiap lapisan dengan ruang diantaranya diisi dengan semen. Menurut tim yang mengerjakan rumah tersebut mereka mampu menciptakan dinding yang tebal, tahan lama, dan terisolasi menggunakan teknik tersebut.
Teknologi 3D print rumah ini merupakan bagian dari projek yang dikepalai Benoit Furet dari Universitas Nantes. Menurut pendapatnya dengan menerapkan 3D printing tersebut biaya pembuatan rumah dapat ditekan hingga 25% dan dalam kurung waktu 10 – 15 tahun mendatang dapat mencapai 40%. Hanya saja teknologi ini masih memiliki beberapa pertimbangan untuk digunakan secara luas, terlebih jika diterapkan dalam negara berkembang. Menurut penulis dalam negara berkembang banyak pihak yang merasa dirugikan dibandingkan pihak yang diuntungkan, dalam hal ini konsumen. Karena akan banyak developer atau pengembang perumahan yang protes padahal teknologi 3D print ini sangat berguna demi mengatasi permasalahan pembangunan yang lama.
Proses 3D printing ini sendiri membutuhkan input data dari model rumah ke dalam software 3D print yang artinya denah rumah deprogram secara manual ke dalam aplikasi 3D print. Kemudian printer dibawa ke lokasi pembuatan rumah sehingga pengerjaan langsung bisa di tempat. Proses pengerjaan rumah dimulai dari lapisan lantai sebagai awalan hingga atap. Bahan yang digunakan dalam pembuatan dinding rumah menggunakan polyurethane isolator pada tiap lapisan dengan ruang diantaranya diisi dengan semen. Menurut tim yang mengerjakan rumah tersebut mereka mampu menciptakan dinding yang tebal, tahan lama, dan terisolasi menggunakan teknik tersebut.
Teknologi 3D print rumah ini merupakan bagian dari projek yang dikepalai Benoit Furet dari Universitas Nantes. Menurut pendapatnya dengan menerapkan 3D printing tersebut biaya pembuatan rumah dapat ditekan hingga 25% dan dalam kurung waktu 10 – 15 tahun mendatang dapat mencapai 40%. Hanya saja teknologi ini masih memiliki beberapa pertimbangan untuk digunakan secara luas, terlebih jika diterapkan dalam negara berkembang. Menurut penulis dalam negara berkembang banyak pihak yang merasa dirugikan dibandingkan pihak yang diuntungkan, dalam hal ini konsumen. Karena akan banyak developer atau pengembang perumahan yang protes padahal teknologi 3D print ini sangat berguna demi mengatasi permasalahan pembangunan yang lama.
0 komentar:
Posting Komentar