Sebuah Janji
Petang hari sekitar pukul 17.50 WIB, terdapat dua orang sahabat yang sedang bersandar di dinding masjid. Kedua pemuda itu telah selesai menunaikan sholat maghrib berjamaah.
Ahmad :
Memang benar, ketika kita telah melakukan sholat, hati ini menjadi tenang.
Abdul :
Walah kamu ini baru nyadar sekarang, memang dari dulu kamu kemana aja?.
Ahmad : Ke
jonggol, ya nggak kemana mana lah.
Ditengah asiknya mengobrol, Ahmad melihat seorang muslimah yang tengah
lewat di depan masjid. Melihat muslimah tersebut Ahmad terus memandanginya
tanpa henti. Rupanya Abdul menyadari hal itu. Dengan lantang Abdul mengucapkan
kalimat istighfar. Rupanya kalimat itu menyadarkan Ahmad dari lamunannya itu.
Abdul : Ya
Allah, cepatlah ucapkan istighfar. Semoga Allah memaafkan kelalaianmu.
Ahmad :
Astaughfirullah... Terima kasih karena telah mengingatkanku
Abdul :
Kenapa kau terus memandanginya tadi?
Ahmad : Tadi
sempat terlintas di kepalaku, seorang wanita muslim yang sangat aku cintai,
tapi aku sampai sekarang aku tak berani mengungkapkannya.
Abdul :
Kenapa tidak berani?? Bukankah jika dirimu merasa siap, cepat halalkan saja
dia.
Ahmad : Tapi
aku masih tidak yakin dengan keadaanku sekarang.
Abdul :
Pantaskan dulu diri kita dulu, baru melangkah maju.
Ahmad : Tapi
jika tak cepat, aku takut dia diambil orang lain.
Abdul :
Kenapa kau berkata seperti itu? Apa kau tidak yakin adanya Allah Azza Wa Jala?
Ahmad : Aku
yakin adanya Allah Azza Wa Jala
Abdul : Lantas kenapa masih ragu? Allah telah berjanji kepada hambanya
yang bersabar, Allah akan memberikan jodoh yang pantas bagi kamu. Jika ia
memang jodohmu maka dia takkan akan pergi kemana mana, ingatlah janji Allah itu
pasti benar adanya
Ahmad terdiam mendengar perkataan dari Abdul. Kalimat
yang terlontar dari mulut Abdul membuat Ahmad sadar kalo masih ada janji dari
Allah Azza Wa Jala. Jodoh adalah janji Allah Azza Wa Jala kepada hambanya,
jelas tersurat dalam Qs. An Nuur ayat 26, Allah memberikan janji bahwa Allah
hanya akan menjodohkan wanita keji dengan lelaki keji dan begitu pula
sebaliknya wanita baik untuk lelaki yang baik pula.
Kemudian dalam surat An-nuur ayat 32 yang merupakan
janji Allah bahwa Dia akan memampukan orang-orang sendirian untuk menikah,
apabila mereka miskin. Ada juga sebuah hadist riwayat Imam Ahmad yang bunyinya
: “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang
mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan
seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. Yang berarti Allah
akan memberikan pertolongan kepada kita untuk mendapatkan pasangan. Jadi saya
fikir untuk apalah kita merasa ragu karena janji Allah itu benar adanya,
asalkan berjalan sesuai syariah agama maka kita kan menemukan jalan Nya.
Ahmad : Astaugfirullah… ternyata selama ini aku masih belum yakin
bahwa janji Allah itu benar adanya.
Abdul : Bertobatlah minta ampunan kepadanya wahai sahabatku.
Ahmad : Terima kasih Abdul telah menyadarkan aku.
Kedua sahabat itupun semakin rekat persahabatannya. Tak lama kemudian
Ahmad kembali bertanya kepada abdul perihal jodoh yang dijanjikan itu.
Ahmad : Wahai Abdul, apakah setiap manusia di muka bumi ini memiliki
jodohnya masing masing?
Abdul : Allah berfirman melalui surah Ar Ruum ayat 21 yang berbunyi “Dan
diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan
dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.
Ahmad : Jadi seperti itu, diriku semakin yakin sekarang.
Abdul : Inti dari semuanya ahmad, kita itu harus yakin dan sabar.
Karena janji Allah Azza Wa Jala pasti benar adanya.
Perbincangan keduanya pun diakhiri Adzan sholat Isya. Mereka pun
bersama sama pergi mengambil wudhu untuk menunaikan sholat berjamaah.

0 komentar:
Posting Komentar